Jakarta – Dalam upaya memperkuat kualitas komunikasi publik dan dokumentasi institusi, SEAMEO RECFON menyelenggarakan Lokakarya Fotografi dan Videografi Berbasis Ponsel pada 15–16 Juli 2026 di Kantor SEAMEO RECFON, Salemba, Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Board of Directors, staf dari berbagai divisi, serta peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari SMKN 40 Jakarta sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghasilkan dokumentasi visual yang berkualitas.

Di era digital, dokumentasi visual tidak lagi sekadar menjadi pelengkap sebuah kegiatan, tetapi telah berkembang menjadi salah satu instrumen utama dalam membangun komunikasi publik yang efektif. Sebagai SEAMEO Centre yang berfokus pada bidang pangan dan gizi, SEAMEO RECFON memiliki mandat untuk mendiseminasikan pengetahuan, praktik baik, serta capaian program kepada berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional maupun regional. Karena itu, kemampuan menghasilkan foto dan video yang informatif, menarik, dan sesuai dengan standar institusi menjadi kompetensi yang semakin penting.

Dalam sambutannya, Deputi Direktur Administrasi SEAMEO RECFON, Dr. M. Dzaky F. Surapranata, S.E., M.Comm, menegaskan bahwa dokumentasi memiliki peran strategis dalam memperkuat visibilitas dan akuntabilitas publik lembaga.

“Di tengah meningkatnya kebutuhan komunikasi publik, dokumentasi kegiatan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan instrumen utama untuk menunjukkan dampak nyata program SEAMEO RECFON kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan. Karena itu, setiap dokumentasi visual yang dihasilkan harus memenuhi standar kualitas, mencerminkan identitas institusi, serta tetap menjunjung etika dan keberagaman budaya. Kemampuan fotografi dan videografi juga menjadi kompetensi penting bagi setiap staf, terutama ketika mendokumentasikan pelaksanaan program di berbagai wilayah dengan kondisi yang beragam,” ujar Dr. Dzaky.

Lokakarya menghadirkan Faiz Rafid, Smartphone Photographer, yang membagikan materi mengenai visual storytelling, teknik fotografi dan videografi berbasis ponsel, pengaturan kamera, komposisi, pencahayaan, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pascaproduksi konten visual. Melalui kombinasi sesi teori dan praktik, peserta dibekali keterampilan untuk menghasilkan dokumentasi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara efektif.

Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mengikuti sistem rotasi di tiga lokasi, yaitu ruang kelas, laboratorium, dan kantin. Pada setiap lokasi, peserta mempraktikkan teknik pengambilan foto dan video dengan objek yang berbeda, mulai dari aktivitas pembelajaran, proses pengujian laboratorium, hingga interaksi di area kantin. Seluruh hasil dokumentasi kemudian dikurasi dan diolah menjadi karya visual menggunakan aplikasi CapCut, termasuk video berdurasi maksimal satu menit yang disusun secara kolaboratif.

Pada hari kedua, setiap kelompok mempresentasikan hasil karya mereka untuk memperoleh masukan dari Bapak Seno Hartono, Ketua Kelompok Kerja Publikasi, Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Sesi umpan balik ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memahami lebih dalam standar dokumentasi visual yang efektif serta penerapannya dalam komunikasi institusi.

Melalui lokakarya ini, SEAMEO RECFON berharap seluruh peserta mampu menerapkan prinsip-prinsip visual storytelling, menghasilkan dokumentasi yang konsisten dengan standar institusi, serta memperkuat penyebarluasan informasi mengenai berbagai program dan dampak yang dihasilkan. Penguatan kapasitas ini diharapkan dapat mendukung peran SEAMEO RECFON sebagai pusat unggulan di bidang pangan dan gizi dalam menghadirkan komunikasi publik yang lebih profesional, kredibel, dan berdampak bagi masyarakat di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.

Scroll to Top